18 November 2020 Super Administrator

Saat ini ada dua jenis tes yang sering digunakan untuk mendeteksi COVID-19, yaitu rapid test dan Swab PCR. Namun saat ini WHO merekomendasikan Swab Antigen untuk mendeteksi COVID-19. Inti dari pemeriksaan ini adalah untuk memeriksa keberadaan antigen virus corona. Tes dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya antigen corona, sebab hal ini bisa menjadi tanda telah terjadinya infeksi virus tersebut di dalam tubuh.

Jika dilihat dari segi keakuratan, ternyata tes antigen masih lebih unggul jika dibandingkan dengan rapid test. Meski begitu, keakuratannya masih sedikit di bawah tes PCR. Jadi kalau diurutkan, tingkat keakuratan tes corona mulai dari yang tertinggi adalah PCR, tes swab antigen, kemudian rapid test.

PCR disebut memiliki tingkat akurasi paling tinggi, sekitar 80-90 persen dan antigen berada sedikit di bawah angka tersebut. Tes swab antigen bisa dilakukan untuk mendeteksi infeksi COVID-19 pada tahap awal. Perbedaan lainnya dari tes swab antigen dan rapid test antibodi ada pada sampel yang digunakan. Pada swab test antigen, sampel yang digunakan untuk mendeteksi virus adalah lendir yang diambil dari hidung atau tenggorokan, sama seperti pada tes PCR. Pengambilan sampel dilakukan dengan proses swab.